By Robin | At 19.51 | Label : | 0 Comments
Ini awal pembuatan Blog saya. Yang akan saya share pada awal pembuatan blog saya
saya akan saya akan mengorek tentang hikayat - hikayat teladan pada zaman Kenabian dan saya akan
memberi catatan - catatan tentang sejarah wali songo
saya akan mulai dengan kumpulan cerita yang menyangkut kisah kenabian dan sejarah Wali Songo dan Tokoh - tokoh islam
di dunia.
Sebagaimana dalam cerita dan dalam fakta dapt di jadikan tetang kenyataan contoh kita dalam mempraktekkan dan mencontoh sikap - sikap teladan dalam melakukan ibadah.
“Ujian yang tiada henti – hentinya menimpa kaum mu’minin pria atau wanita, yang mengenai dirinya, hatanya, anak – anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dalam keadaan tiada berdosa “.
PENGGALI PARIT
Pada zaman dahulu dad seorang raja
yang mempunyai seorang ahli sihir yang ampuh, ketika di rasa umurnya telah
lanjut, maka berkatalah ahli sihir itu kepada sang raja :
“Kini aku telah lanjut usiaku, karena itu kirimkanlah
kepadaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir, agar dapat
menggantikan kedudukanku disisimu nanti setelah aku meniggal dunia”.
Mendengar anjuran dari ahli sihir , sang raja kemudian
memilih seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir yang sudah
lanjut usia itu . Dan kebetulan dijalan yang dilalui oleh pemuda itu , ada
seorang Rahib -(pendeta) yang mengajar agama di rumahnya, maka singahlah pemuda
itu di majlisnya untuk mendengar ajaran – ajaran agama maka tertariklah ia dan
merasa puas, sehingga terlambatkedatangannya ketempat ahli sihir. Karena ia
sering terlambat, maka akhirnya ahli sihir itu marah kemudian memukulnya.
Sipemuda mengeluh dan mengadukan halnya kepada Rahib.
Rahib berkata :
“Jika engkau takut
di pukuli oleh si tukang sihir itu, katakan bahwa aku masih ditahan (di suruh)
oleh ibuku dan jika terlambat kembali pulang, katakanlah kepada ibumu bahwa aku
sedang ditahan oleh si tukang sihir itu”.
Dengan menggunakan saran – saran dari
sang Rahib, maka keadaan menjadi baik, sehingga terjadi pada suatu hari, ketika
ia pergi untuk belajar ilmu - ilmu tersebut, tiba – tiba ditengah jalan ada
binatang buas yang besar sehingga menyebabkan orang – orang sama berhenti,
tidak berani berjalan.
Maka disitulah si pemuda itu berkata dalam hatinya :
“Hari ini aku akan mengetahui, ajaran tukang sihirkah yang
lebih unggul, ataukah ajaran si rahib ?”
Kemudian ia mengambil batu sambil berkata :
“Ya Allah, jika ajaran Rahib lebih Engkau sukai dari ajaran
si tukang sihir, maka bunuhlah binatang buas itu, agar tidak menggangu orang
yang berjakan di jalan ini”.
Kemudian dilemparkanlah binatang itu dengan batu dan seketika
juga matilah binatang itu. Dan orang – orang dapat berjalan aman.
Dengan adanya kejadian yang menakjubkan
ini, si Rahib Berkata :
“Hai anakku, engkau kini lebih utama dari oadaku,dan rupanya
ilmu – ilmu yang engkau pelajari itu telah dapat engka kuasai, tetapi ingat,
engkau nanti akan mendapat ujian (balak), maka apabila engkau mendapat balak,
jangan engkau tunjuk saya”.
Demikian pesan – pesan dari si Rahib.
Dan betullah apa yang menjadi dugaan si Rahib , si pemuda itu mendapat karunia
dari Allah sihingga ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama
yang biasa dikatakan oleh oran, penyakit buta, belang dan lain sebagainya tidak
dapat disembuhkan.
Kebetulan pada suatu ketika, ada
seorang kawan sang raja sakit mata sehingga menyebabkan kebutaannya dan telah
berikhtiar kemana – mana tidak juga sembuh. Kemudian datanglah ia kepada si
pemuda itu dengan membawa hadiah – hadiah yang banyak sekali.
Ia berkata :
“Hai anak muda, jika engkau dapat menyembuhkan penyakitku,
maka dapatlah aku mengumpulkan segala apa saja untukmu sebagai hadiah”.
Jawab pemuda itu :
“Aku tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah yang
menyembuhkan, jika engkau percaya kepadaNya, maka aku akan berdo’a dan Allah
akan menyembuhkan penyakitmu”.
Maka segeralah orang itu percaya
kepada Allah kenudian di do’akan oleh pemuda itu, dan sekatika itu juga sembuh
sehungga dapat melihat lagi seperti sediakala. Kemudian orang itu pergi ke
majlis raja, disitu sang raja menjadi kagum melihat kawannya telah sembuh dan
dapat melihat kembali.
Melihat keadaan yang mengherankan
itu, sang raja kemudian bertanya:
“Wahai kawanku, siapakah yang menyembuhkan matamu ?”
Orang itu menjawab :
“Tuhanku!”
Raja bertanya :
“Apakah engkau percaya Tuhan selain aku”.
Orang itu menjawab :
“Tuhanku dan Tuhanmu (Allah)”.
Mendengar
jawaban dari temanyan itu, san raja menjadi marah, kemudiania di siksa agar
supaya kembali kepada agama raja itu, tetapi ia tidak berubah imanya, dan raja
terus menyiksanya, sehingga akhirnya menunjuk kepada si pemuda itu. Kemudian
dipangillah ia,
dan ditanya oleh raja :
“Hai anakku, sihirmu telah melampaui
batas, sehingga dapat menyembuhkan orang buta dan belang ?”
Jawab pemuda :
“sesungguhnya aku tidak dapat
menyembuhkan seseorangpun, akan tetapi hanya allah yang menyembuhkannya”.
Si pemuda
demikian halnya seperti pada kawan raja itu, iapun di siksa oleh sang raja,
hingga akhirnya ia menunjuk si Rahib.
Kemudian di
panggilah si Rahib dan di perintahkannya supaya ia meninggalkan agamanya.
Tetapi si Rahib tetap pada pendirianya dan menolak perintah raja. Kemudian sang
raja memerintahkan kepada algojonya untuk mengergaji kepala si Rahib itu hingga
terbelah menjadi dua. Kemudian didatangkan lagi dan di perintahkan untuk
meninggalkan agamanya, pemuda inipun menolak tawaran sang raja. Maka sang raja
memerintahkan kepada tentaranya supaya membawa pemuda itu keatas bukit, dan
disana di tawarkan kepadanya untuk melepas kan keyakinan agama Allah, dan jika
ia tetap menolak, maka lemparkanlah ia dari atas bukit itu supaya mati.
Dan setelah ia sampai di puncak
bukit, si pemuda itu berdo’a :
“Ya Tuhanku, hindarkanlah aku dari
bahaya mereka ini sekendak-Mu”.
Tiba –tiba
secara mendadak bukit itu bergerak dan terjadi longsor, sehingga jatuhlah para
tentara raja itu.Dan kembalilah pemuda itu kepada sang raja.
Dan rajapun bertanya kepadanya :
“Hai anak muda, kemana tentaranya
yang membawa kamu ?”
Jawab pemuda itu :
“ Allah telah menghindarkan aku dari
kekejaman mereka, dan Tuhanlah yang membinasakan mereka”.
Kemudian
sang raja memerintahkan beberapa tentara yang lain untuk membawa pemuda itu
naik perahu dan apabila telah di tengah – tengah laut supaya di tawarkan lagi
kepadanya untuk meninggalkan agamanya, dan apabila menolak, lemparkanlah saja
kelaut.
Dan setelah
ia sampai di tengah – tengah laut supaya si pemuda itu berdo’a :
“Ya Tuhanku,
hindarkanlah aku dari mara bahaya mereka ini sekehendak-Mu”.
Tiba – tiba dengan tidak di sanggka –
sangka perahu itu terbalik sehingga semua tentara raja menjadi tengelam dan
mati semuanya. Sementara si pemuda itu selamat dan kembali menghadap sang raja.
Dan rajapun bertanya :
“Hai anak muda, kemakah tentara –
tentara yang membawa kamu itu ?”
Pemuda itu menjawab :
“Tuhan telah menghindarkan aku dari
kekejaman, mereka”.
Selanjutnya ia berkata lagi :
“Hai raja, engkau tidak dapat
membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku”.
Sang raja bertanya :
“Apa perintahmu ?”
Pemuda itu menjawab :
“Kumpulkan orang – orang dalam suatu
lapangan, kemudian gantunglah aku di atas tiang, dan ambilah anak panah serta di letakan pada
busurnya, kemudian membaca :”Bismillahi
rabbil Ghulam”(dengan nama Allah,tuhanya pemuda ini), lalu dilepas anak panah
itu kearahku. Bila engkau lakukan hal
demikian itu niscaya dapatlah engkau membunuhku”.
Mak
segeralah sang raja mengumpulkan semua rakyatnya di suatu lapangan yang luas,
kemudian di gantung lah pemuda itu di atas tiang, dan diambil anak panah serta
di letakkn pada busurnya, seraya membaca : ”Bismillahi rabbil Ghulam”(dengan nama
Allah,tuhanya pemuda ini) ,lalu
dilepaskan anak panah itu kearah
pemuda yang di gantung itutepat mengenai pelipisnya. Kemudian pemuda itu
meletakan tangan di atas luka itu terus mati.
Tiba – tiba serentak orang – orang
yang menghadiri kejadian itu berkata :
“Amana bi Rabbil Ghulam”.
(Kami beriman kepada Tuhanya pemuda itu),
sehingga kepercayaan kepada Allah merata pada semua lapisan rakyat .
Melihat kejadian ini sang raja
menjadi marah dan dikatakan kepadanya :
“Tahukah engkau wahai sang raja.
Tadinya engkau merasa kuatir, kini telah terjadi, semua rakyatmu telah percaya
kepada Tuhannya pemuda itu, lau bagaimana tindakan kita ?”
Raja berfikir sejenak, kemudian
memerintahkan kepada semua disitu
dinyalakan api, dan siapa yang berjalan disitu dicegatnya untuk diperintahkan
meninggalkan agamanya, serta kembali kepada agama sang raja. Tetapi bila ia
menolak dicampakanya kedalam parit itu.
Setelah di laksanakan hal yang
demikian ini, terjadilah diantara sekian banyak orang yang disiksa itu ada
seorang wanita yang membawa /mengendong bayinya ketika ia di perintahkan
untuk meninggalkan agamanya ia menolak
kemudian pada waktu sang bayi itu di tarik untuk di lemparkan ke dalam parit
yang apinya menyala – nyala, tiba – tiba ibunya akan menyerah karena ia tidak
sampai hati melihat anaknya akan di bakar. Namun dengan mendadak sang bayi
dapat berbicara :
“Hai ibuku sabarlah, sesungguhnya
kita berada dalam kebenaran”.
Demikianlah cerita diatas, cerita
yang menggambarkan tentang kesabaran dan ketabahan hati seseorang pemuda di
dalam mempertahan iman dan kebenaran yang tiada tara bandinganya, dan demikian
seharusnya bagi setiap orang mu’min yang benar – benar percaya kepada Allah,
dan iman belum dapat di akui oleh Allah sebelum mengalami berbagai macam ujian
kesungguhan dan kebenaranya.
Tuhan tlah berfirman dalam kudsi :
“Hai malaikat, pergilah kamu kepada
hamba-ku,lalu timpakanlah bermacam – macam ujian kepadanya karena aku mendengar
suaranya”.
(diriwayatkan oleh Imam Thabrani ).
Juga dalam kitab suci Al – qur’an, Tuhan telah
berfirman :
يُفْتَنُونَ لَا وَهُمْ آَمَنَّا
لُوايَقُويَقُو أَنْ كُوايُتْرَ أَنْ النَّاسُ أَحَسِبَ”
الْكَاذِبِينَ وَلَيَعْلَمَنَّ صَدَقُوا الَّذِينَ اللَّهُ فَلَيَعْلَمَنَّ قَبْلِهِمْ مِنْ الَّذِينَ فَتَنَّا وَلَقَدْ”
”apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang
mereka tidak
di uji lagi ? Dan
sesunguhnya Kami telah menguji orang –
orang sebelum mereka dan benar – benar Allah mengetahui orang – orang yang
benar dan mengetahui orang – orang yang dusta”.
(Surat
Al – Ankabuut ayat 2 – 3 ).
Perlu untuk diketahui, bahwa ujian dan cobaan
itu bermacam dan bertingkat – tingkat . Ada ujian yang menimpa tubuh, anak,
harta kekayaan, pengaruh, kekuasaan, jabatan, aqidah dan lain sebagainya.
Demikian perintah dan larangan dalam agama juga termasuk ujian dan cobaan.
Namun
ujian yang terberat adalah ni’mat kesenagan, sedang, yang teringan adalah ujian
yang menimpa pada tubuh, seperti terkena penyakit atau kecelakaan .
di uji lagi ? Dan
sesunguhnya Kami telah menguji orang –
orang sebelum mereka dan benar – benar Allah mengetahui orang – orang yang
benar dan mengetahui orang – orang yang dusta”.
“ Demi allah, bukanlah kefakiran
atau kemiskinan yang kuatirkan adalah kalian, akan tetapi justru aku kuatir
(kalau – kalau) Kemewahan itu sehingga binasa, sebagaimana mereka bergelimang
dan binasa pula”.
(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari ).
Dapun
yang dimaksud ujian pada tubuh untuk
menguji kesabaranya, kerelaanya dalam menerima qadha’ dan qadar Allah, jika
ternyata sabar, maka ditetapkan oleh allah pahalanya atau dihapus sebagaian
dari dosa dan noda yang tersalip dalam dirinya, atau angkat derajatnya, hingga
ujian itu menjadi sutu ni’mat baginya. Sebagaimana Rasullulah telah bersabda
dalamsebuah hadist yang di riwayatkan oleh Bukhori Muslim
sebagai
berikut ini :
“Tidak ada seorang Muslim pun
yang di timpa gangguan semacam tusukan jarum/duri atau yang lebih berat dari
padanya melainkan dengasn ujian itu diahapuskan Allah perbuatan buruknya serta
di gugurkan daun – daunya”.
Dan
sabdanya yang lain :
“Ujian yang tiada henti – hentinya menimpa kaum mu’minin pria atau wanita, yang mengenai dirinya, hatanya, anak – anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dalam keadaan tiada berdosa “.
( Diriwayatkan oleh Imam Tarmidzi )
----------$$$$$$------
