Sabtu, 14 September 2013

By Robin | At 19.51 | Label : | 0 Comments
Ini awal pembuatan Blog saya. Yang akan saya share pada awal pembuatan blog saya saya akan saya akan mengorek tentang hikayat - hikayat teladan pada zaman Kenabian dan saya akan memberi catatan - catatan tentang sejarah wali songo saya akan mulai dengan kumpulan cerita yang menyangkut kisah kenabian dan sejarah Wali Songo dan Tokoh - tokoh islam di dunia. Sebagaimana dalam cerita dan dalam fakta dapt di jadikan tetang kenyataan contoh kita dalam mempraktekkan dan mencontoh sikap - sikap teladan dalam melakukan ibadah.

PENGGALI PARIT
Pada zaman dahulu dad seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir yang ampuh, ketika di rasa umurnya telah lanjut, maka berkatalah ahli sihir itu kepada sang raja :
“Kini aku telah lanjut usiaku, karena itu kirimkanlah kepadaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir, agar dapat menggantikan kedudukanku disisimu nanti setelah aku meniggal dunia”.
Mendengar  anjuran dari ahli sihir , sang raja kemudian memilih seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir yang sudah lanjut usia itu . Dan kebetulan dijalan yang dilalui oleh pemuda itu , ada seorang Rahib -(pendeta) yang mengajar agama di rumahnya, maka singahlah pemuda itu di majlisnya untuk mendengar ajaran – ajaran agama maka tertariklah ia dan merasa puas, sehingga terlambatkedatangannya ketempat ahli sihir. Karena ia sering terlambat, maka akhirnya ahli sihir itu marah kemudian memukulnya. Sipemuda mengeluh dan mengadukan halnya kepada Rahib.
Rahib berkata :
   “Jika engkau takut di pukuli oleh si tukang sihir itu, katakan bahwa aku masih ditahan (di suruh) oleh ibuku dan jika terlambat kembali pulang, katakanlah kepada ibumu bahwa aku sedang ditahan oleh si tukang sihir itu”.
Dengan menggunakan saran – saran dari sang Rahib, maka keadaan menjadi baik, sehingga terjadi pada suatu hari, ketika ia pergi untuk belajar ilmu - ilmu tersebut, tiba – tiba ditengah jalan ada binatang buas yang besar sehingga menyebabkan orang – orang sama berhenti, tidak berani berjalan.
Maka disitulah si pemuda itu berkata dalam hatinya :
“Hari ini aku akan mengetahui, ajaran tukang sihirkah yang lebih unggul, ataukah ajaran si rahib ?”
Kemudian ia mengambil batu sambil berkata :
“Ya Allah, jika ajaran Rahib lebih Engkau sukai dari ajaran si tukang sihir, maka bunuhlah binatang buas itu, agar tidak menggangu orang yang berjakan di jalan ini”.
Kemudian dilemparkanlah binatang itu dengan batu dan seketika juga matilah binatang itu. Dan orang – orang dapat berjalan aman.
Dengan adanya kejadian yang menakjubkan ini, si Rahib Berkata :
“Hai anakku, engkau kini lebih utama dari oadaku,dan rupanya ilmu – ilmu yang engkau pelajari itu telah dapat engka kuasai, tetapi ingat, engkau nanti akan mendapat ujian (balak), maka apabila engkau mendapat balak, jangan engkau tunjuk saya”.
Demikian pesan – pesan dari si Rahib. Dan betullah apa yang menjadi dugaan si Rahib , si pemuda itu mendapat karunia dari Allah sihingga ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama yang biasa dikatakan oleh oran, penyakit buta, belang dan lain sebagainya tidak dapat disembuhkan.
Kebetulan pada suatu ketika, ada seorang kawan sang raja sakit mata sehingga menyebabkan kebutaannya dan telah berikhtiar kemana – mana tidak juga sembuh. Kemudian datanglah ia kepada si pemuda itu dengan membawa hadiah – hadiah yang banyak sekali.


Ia berkata :   
“Hai anak muda, jika engkau dapat menyembuhkan penyakitku, maka dapatlah aku mengumpulkan segala apa saja untukmu sebagai hadiah”.
Jawab pemuda itu :
“Aku tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah yang menyembuhkan, jika engkau percaya kepadaNya, maka aku akan berdo’a dan Allah akan menyembuhkan penyakitmu”.
Maka segeralah orang itu percaya kepada Allah kenudian di do’akan oleh pemuda itu, dan sekatika itu juga sembuh sehungga dapat melihat lagi seperti sediakala. Kemudian orang itu pergi ke majlis raja, disitu sang raja menjadi kagum melihat kawannya telah sembuh dan dapat melihat kembali.
Melihat keadaan yang mengherankan itu, sang raja kemudian bertanya:
“Wahai kawanku, siapakah yang menyembuhkan matamu ?”
Orang itu menjawab :
“Tuhanku!”
Raja bertanya :
“Apakah engkau percaya Tuhan selain aku”.
Orang itu menjawab :
“Tuhanku dan Tuhanmu (Allah)”.
Mendengar jawaban dari temanyan itu, san raja menjadi marah, kemudiania di siksa agar supaya kembali kepada agama raja itu, tetapi ia tidak berubah imanya, dan raja terus menyiksanya, sehingga akhirnya menunjuk kepada si pemuda itu. Kemudian dipangillah ia,
dan ditanya oleh raja :
“Hai anakku, sihirmu telah melampaui batas, sehingga dapat menyembuhkan orang buta dan belang ?”
Jawab pemuda :
“sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan seseorangpun, akan tetapi hanya allah yang menyembuhkannya”.
Si pemuda demikian halnya seperti pada kawan raja itu, iapun di siksa oleh sang raja, hingga akhirnya ia menunjuk si Rahib.
Kemudian di panggilah si Rahib dan di perintahkannya supaya ia meninggalkan agamanya. Tetapi si Rahib tetap pada pendirianya dan menolak perintah raja. Kemudian sang raja memerintahkan kepada algojonya untuk mengergaji kepala si Rahib itu hingga terbelah menjadi dua. Kemudian didatangkan lagi dan di perintahkan untuk meninggalkan agamanya, pemuda inipun menolak tawaran sang raja. Maka sang raja memerintahkan kepada tentaranya supaya membawa pemuda itu keatas bukit, dan disana di tawarkan kepadanya untuk melepas kan keyakinan agama Allah, dan jika ia tetap menolak, maka lemparkanlah ia dari atas bukit itu supaya mati.
Dan setelah ia sampai di puncak bukit, si pemuda itu berdo’a :
“Ya Tuhanku, hindarkanlah aku dari bahaya mereka ini sekendak-Mu”.
Tiba –tiba secara mendadak bukit itu bergerak dan terjadi longsor, sehingga jatuhlah para tentara raja itu.Dan kembalilah pemuda itu kepada sang raja.
Dan rajapun bertanya kepadanya :
“Hai anak muda, kemana tentaranya yang membawa kamu ?”
Jawab pemuda itu :
“ Allah telah menghindarkan aku dari kekejaman mereka, dan Tuhanlah yang membinasakan mereka”.
Kemudian sang raja memerintahkan beberapa tentara yang lain untuk membawa pemuda itu naik perahu dan apabila telah di tengah – tengah laut supaya di tawarkan lagi kepadanya untuk meninggalkan agamanya, dan apabila menolak, lemparkanlah saja kelaut.
Dan setelah ia sampai di tengah – tengah laut supaya si pemuda itu berdo’a :
“Ya Tuhanku, hindarkanlah aku dari mara bahaya mereka ini sekehendak-Mu”.
Tiba – tiba dengan tidak di sanggka – sangka perahu itu terbalik sehingga semua tentara raja menjadi tengelam dan mati semuanya. Sementara si pemuda itu selamat dan kembali menghadap sang raja.
Dan rajapun bertanya :
“Hai anak muda, kemakah tentara – tentara yang membawa kamu itu ?”
Pemuda itu menjawab :
“Tuhan telah menghindarkan aku dari kekejaman, mereka”.
Selanjutnya ia berkata lagi :
“Hai raja, engkau tidak dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku”.
Sang raja bertanya :
“Apa perintahmu ?”
Pemuda itu menjawab :
“Kumpulkan orang – orang dalam suatu lapangan, kemudian gantunglah aku di atas tiang, dan  ambilah anak panah serta di letakan pada busurnya, kemudian membaca  :”Bismillahi rabbil Ghulam”(dengan nama Allah,tuhanya pemuda ini), lalu dilepas anak panah itu kearahku. Bila engkau  lakukan hal demikian itu niscaya dapatlah engkau membunuhku”.
Mak segeralah sang raja mengumpulkan semua rakyatnya di suatu lapangan yang luas, kemudian di gantung lah pemuda itu di atas tiang, dan diambil anak panah serta di letakkn pada busurnya, seraya membaca  : ”Bismillahi rabbil Ghulam”(dengan nama Allah,tuhanya pemuda ini) ,lalu  dilepaskan  anak panah itu kearah pemuda yang di gantung itutepat mengenai pelipisnya. Kemudian pemuda itu meletakan tangan di atas luka itu terus mati.
Tiba – tiba serentak orang – orang yang menghadiri kejadian itu berkata :
“Amana bi Rabbil Ghulam”.
 (Kami beriman kepada Tuhanya pemuda itu), sehingga kepercayaan kepada Allah merata pada semua lapisan rakyat .
Melihat kejadian ini sang raja menjadi marah dan dikatakan kepadanya  : 
“Tahukah engkau wahai sang raja. Tadinya engkau merasa kuatir, kini telah terjadi, semua rakyatmu telah percaya kepada Tuhannya pemuda itu, lau bagaimana tindakan kita  ?”
Raja berfikir sejenak, kemudian memerintahkan kepada semua  disitu dinyalakan api, dan siapa yang berjalan disitu dicegatnya untuk diperintahkan meninggalkan agamanya, serta kembali kepada agama sang raja. Tetapi bila ia menolak dicampakanya kedalam parit itu.
Setelah di laksanakan hal yang demikian ini, terjadilah diantara sekian banyak orang yang disiksa itu ada seorang wanita yang membawa /mengendong bayinya ketika ia di perintahkan untuk  meninggalkan agamanya ia menolak kemudian pada waktu sang bayi itu di tarik untuk di lemparkan ke dalam parit yang apinya menyala – nyala, tiba – tiba ibunya akan menyerah karena ia tidak sampai hati melihat anaknya akan di bakar. Namun dengan mendadak sang bayi dapat berbicara  :
“Hai ibuku sabarlah, sesungguhnya kita berada dalam kebenaran”.
Demikianlah cerita diatas, cerita yang menggambarkan tentang kesabaran dan ketabahan hati seseorang pemuda di dalam mempertahan iman dan kebenaran yang tiada tara bandinganya, dan demikian seharusnya bagi setiap orang mu’min yang benar – benar percaya kepada Allah, dan iman belum dapat di akui oleh Allah sebelum mengalami berbagai macam ujian kesungguhan dan kebenaranya.
Tuhan tlah berfirman dalam kudsi :
“Hai malaikat, pergilah kamu kepada hamba-ku,lalu timpakanlah bermacam – macam ujian kepadanya karena aku mendengar suaranya”.
                                      (diriwayatkan oleh Imam Thabrani ).
Juga dalam kitab suci Al – qur’an, Tuhan telah berfirman :
Sun: 2
                 يُفْتَنُونَ لَا وَهُمْ آَمَنَّا لُوايَقُويَقُو أَنْ كُوايُتْرَ أَنْ النَّاسُ  أَحَسِبَ”
الْكَاذِبِينَ وَلَيَعْلَمَنَّ صَدَقُوا الَّذِينَ اللَّهُ  فَلَيَعْلَمَنَّ قَبْلِهِمْ  مِنْ الَّذِينَ فَتَنَّا وَلَقَدْ”
  ”apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan     mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak
di uji lagi ? Dan sesunguhnya  Kami telah menguji orang – orang sebelum mereka dan benar – benar Allah mengetahui orang – orang yang benar dan mengetahui orang – orang yang dusta”.
                                        (Surat Al – Ankabuut ayat 2 – 3 ).
 Perlu untuk diketahui, bahwa ujian dan cobaan itu bermacam dan bertingkat – tingkat . Ada ujian yang menimpa tubuh, anak, harta kekayaan, pengaruh, kekuasaan, jabatan, aqidah dan lain sebagainya. Demikian perintah dan larangan dalam agama juga termasuk ujian dan cobaan.
Namun ujian yang terberat adalah ni’mat kesenagan, sedang, yang teringan adalah ujian yang menimpa pada tubuh, seperti terkena penyakit atau kecelakaan .
Sun: 1Sun: 1Rasulullah s.a.w bersabda :

“ Demi allah, bukanlah kefakiran atau kemiskinan yang kuatirkan adalah kalian, akan tetapi justru aku kuatir (kalau – kalau) Kemewahan itu sehingga binasa, sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula”.
                                                (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari ).
Dapun yang dimaksud ujian pada  tubuh untuk menguji kesabaranya, kerelaanya dalam menerima qadha’ dan qadar Allah, jika ternyata sabar, maka ditetapkan oleh allah pahalanya atau dihapus sebagaian dari dosa dan noda yang tersalip dalam dirinya, atau angkat derajatnya, hingga ujian itu menjadi sutu ni’mat baginya. Sebagaimana Rasullulah telah bersabda dalamsebuah hadist yang di riwayatkan oleh Bukhori Muslim              
sebagai berikut ini :
“Tidak ada seorang Muslim pun yang di timpa gangguan semacam tusukan jarum/duri atau yang lebih berat dari padanya melainkan dengasn ujian itu diahapuskan Allah perbuatan buruknya serta di gugurkan daun – daunya”.
Dan sabdanya yang lain :



“Ujian yang tiada henti – hentinya menimpa kaum mu’minin pria atau wanita, yang mengenai dirinya, hatanya, anak – anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dalam keadaan tiada berdosa “.
                                                     ( Diriwayatkan oleh Imam Tarmidzi )


                                  ----------$$$$$$------
 

GAMEMARCO MAKERS

Posting

get this widget here

Best Patner

Copyright © 2012. GameMarco Makers - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz